Mina, Arab Saudi

Skema Murur Tanazul 2026 Sukses Dilaksanakan, 442 Jemaah BTH 09 Lakukan Nafar Awal

Agenda Kamis, 28 Mei 2026 - 11:11 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Skema Murur Tanazul 2026 Sukses Dilaksanakan, 442 Jemaah BTH 09 Lakukan Nafar Awal

Keberhasilan skema ini dibuktikan langsung oleh Kloter BTH 09 (Bengkalis - Pekanbaru). Tercatat, dari total 442 jemaah, tidak ada satu pun yang harus dirawat di rumah sakit. (HUMAS KEMENHAJ RIAU/FS)

MAKKAH (hajiumrohinfo) - Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mencatatkan keberhasilan signifikan dalam hal pelindungan jemaah. Hal ini sejalan dengan langkah preventif Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI yang menerapkan penyesuaian skema ibadah demi menjaga keselamatan jemaah haji Indonesia, yang secara nasional didominasi hingga 70% oleh kelompok lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan disabilitas.

Keberhasilan skema ini dibuktikan langsung oleh Kloter BTH 09 (Bengkalis - Pekanbaru). Tercatat, dari total 442 jemaah, tidak ada satu pun yang harus dirawat di rumah sakit. Padahal, hampir seperempat dari total jemaah kloter ini masuk dalam kategori risti, lansia, dan disabilitas.

Pergerakan Cepat dan Penerapan Skema Murur

Rangkaian puncak haji BTH 09 berjalan tertib. Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah hingga lepas waktu Maghrib pada tanggal 9 Zulhijjah, jemaah melaksanakan salat jamak taqdim qashar Maghrib dan Isya di dalam tenda Arafah. Memasuki malam 10 Zulhijjah, bus-bus mulai didorong menuju Muzdalifah. BTH 09 bersyukur mendapatkan giliran pergerakan pertama dibandingkan kloter asal embarkasi Batam (BTH) lainnya, sehingga mereka tiba di tenda Mina lebih awal.

Ketua Kloter BTH 09, Agus Saputera, menjelaskan bahwa kelancaran ini tak lepas dari penerapan skema *murur* (melintas) dan *tanazul* (kembali ke hotel/penginapan).

"Maksud dari murur dan tanazul ini adalah jemaah hanya melewati Muzdalifah setelah tengah malam. Meskipun jemaah hanya mendapatkan waktu yang relatif sempit di sana, hal tersebut sudah sah dan dianggap melakukan mabit (bermalam)," jelas Agus Saputera.

Bagi sekitar 130-an jemaah risti, mereka tetap diistirahatkan di tenda Mina. Pada malam harinya (11 Zulhijjah), kelompok risti ini dijemput menggunakan bus untuk langsung dibawa ke hotel, dan nantinya akan bergabung kembali dengan jemaah yang sehat.

Tanazul ke Hotel dan Lontar Jumrah Aqabah

Sementara itu, bagi sebagian besar jemaah yang sehat (sekitar 80%), pergerakan dilakukan dengan berjalan kaki meninggalkan kemah Mina menuju area Jamarat. Pergerakan ini dilakukan setelah salat Subuh pada tanggal 10 Zulhijjah (hari *Nahar*). Setibanya di Jamarat, jemaah melaksanakan lontar Jumrah Aqabah di pilar ketiga (terbesar) dengan melontarkan 7 batu kerikil, dilanjutkan dengan prosesi memotong minimal beberapa helai rambut.

Kebijakan *tanazul* (kembali) langsung ke hotel usai melontar diambil berdasarkan pertimbangan fisik dan jarak tempuh. Jarak dari Jamarat menuju hotel dinilai lebih dekat ketimbang harus kembali berjalan kaki sejauh kurang lebih 3,8 kilometer menuju tenda Mina.

"Setelah proses ini selesai, jemaah sudah melakukan *tahalul awal*, yaitu sudah bebas melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang karena ihram, kecuali berhubungan suami istri," terang Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter BTH 09, H. Suryandi.

Skema Nafar Awal Rampung Sesuai Target

Untuk pelaksanaan mabit pada tanggal 11 dan 12 Zulhijjah, jemaah BTH 09 yang mengambil *Nafar Awal* melaksanakannya di sekitar area Jamarat yang secara geografis masih masuk ke dalam wilayah Mina. Setelah melakukan mabit sejenak di area tersebut, jemaah melanjutkannya dengan salat Subuh.

Sesuai dengan program tanazul dan Nafar Awal yang disepakati, prosesi lontar jumrah bagi kloter BTH 09 hanya dilakukan selama tiga hari, yakni sejak tanggal 10 hingga 12 Zulhijjah.

Kesuksesan manajerial kloter dan kedisiplinan para jemaah membuahkan hasil yang manis. Seluruh rangkaian haji jemaah BTH 09 berjalan aman, selamat, dan sukses. *Biiznillah*, dengan iringan doa dari seluruh masyarakat Riau, para jemaah kini bersiap menanti kepulangan ke Tanah Air dengan menyandang predikat haji yang mabrur. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya