- Home
- Internasional
- Sah MOU Diteken dengan Saudi, Indonesia Dapatkan Kuota Haji 221 Ribu Jemaah untuk 2026
Kepastian Kuota Haji 2026
Sah MOU Diteken dengan Saudi, Indonesia Dapatkan Kuota Haji 221 Ribu Jemaah untuk 2026
Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah tentang kuota haji Indonesia pada 2026. (Dok Kementrian Haji dan Umrah RI)
JEDDAH (hajiumrohinfo) – Memastikan jumlah kuota untuk jemaah asal Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Penandatanganan berlangsung dalam rangkai Konferensi dan Pameran Haji ke-5 yang diprakarsai kemenhaj Arab Saudi di Jeddah. Agenda ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.
Pertemuan dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, H. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, serta dihadiri jajaran pejabat tinggi dari kedua negara. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan produktif, memperlihatkan eratnya kemitraan dalam penyelenggaraan haji.
Dalam keterangan resminya, Gus Irfan mengaku telah membahas tentang persiapan penyelenggaraan haji bersama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Dalam pembahasan, mereka menekankan istithaah kesehatan bagi jamaah haji Indonesia, dam, hingga penandatanganan kesepakatan terkait kuota haji Indonesia
"Dimana kita pada tahun ini mendapatkan kuota sebanyak 221.000 jamaah, semuanya datang melalui Jeddah dan Madinah," kata Gus Irfan lewat keterangan tertulis kepada media, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, hal yang membahagiakan adalah kesuksesan penyelenggaraan haji Indonesia secara keseluruhan adalah kesuksesan bagi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
“Keberhasilan atau kesuksesan haji Indonesia adalah cerminan kesuksesan penyelenggaraan haji secara keseluruhan bagi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Begitu pun juga, jika ada tantangan, kedua pihak berkomitmen untuk saling mendukung demi keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia dan kesuksesan haji 2026," kata dia.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Arab Saudi menekankan pentingnya kelayakan kesehatan calon jamaah haji sebagai syarat mutlak keberangkatan. Dia mengungkapkan, Pemerintah Indonesia akan memperketat proses pemeriksaan dan memastikan seluruh calon jamaah memenuhi standar kesehatan.
Selain itu, kedua pihak sepakat agar pembayaran Dam di Arab Saudi dilakukan secara resmi melalui lembaga Adahi dan platform Nusuk Masar untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Adapun terkait data, kedua negara menegaskan pentingnya validitas dan integrasi data jamaah, meliputi kloter, penerbangan, hotel, dan transportasi guna memperlancar operasional haji. Sejumlah syarikah asal Saudi juga telah membuka kantor di Indonesia untuk memperkuat koordinasi.
Menurut Gus Irfan, penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan haji 1447 H/2026 M yang lebih tertib, sehat, dan berkeadaban serta mencerminkan hubungan bilateral yang semakin solid antara Indonesia dan Arab Saudi dalam melayani tamu-tamu Allah. (FSY/REP)







