Makkah, Arab Saudi
Ini Ternyata Rahasia Sejuknya Masjidil Haram Saat Suhu Mencapai Titik Ekstrem
pengelolaan dua masjid suci kini memasuki fase baru, yakni menggabungkan rekayasa teknologi modern dengan pelayanan ibadah agar pengalaman spiritual tetap terjaga meski cuaca Makkah semakin panas. (FOTO ISTIMEWA/FS)
MAKKAH (hajiumrohinfo) – Ada yang istimewa di tanah haram. Cuaca ekstrem yang semakin sering melanda Kota Makkah mendorong Arab Saudi mengubah pendekatan pelayanan jemaah haji dan umrah.
Jika sebelumnya fokus pelayanan lebih banyak bertumpu pada perluasan infrastruktur fisik, kini kerajaan mulai menempatkan teknologi sebagai fondasi utama kenyamanan ibadah jutaan umat Islam dari seluruh dunia.
Salah satu buktinya adalah pengoperasian sistem pendingin terintegrasi berkapasitas sekitar 155.000 ton pendingin di Masjidil Haram.
Sistem yang disebut sebagai salah satu fasilitas pendingin terbesar di dunia ini bukan sekadar menjaga suhu ruangan, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang Arab Saudi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus lonjakan jumlah jemaah setiap tahun.
Langkah tersebut memperlihatkan pengelolaan dua masjid suci kini memasuki fase baru, yakni menggabungkan rekayasa teknologi modern dengan pelayanan ibadah agar pengalaman spiritual tetap terjaga meski cuaca Mekah semakin panas.
Tantangan Iklim
Musim haji dan umrah beberapa tahun terakhir berlangsung di tengah suhu udara yang dapat melampaui 45 derajat Celsius. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri mengingat jutaan jemaah harus menjalankan rangkaian ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik tinggi.
Dilansir dari Saudi Gazette, Sabtu (11/7/2026), sistem pendingin yang dioperasikan memiliki kapasitas sekitar 155.000 ton pendingin. Kapasitas tersebut memungkinkan suhu di seluruh area Masjidil Haram dipertahankan pada kisaran 22 hingga 24 derajat Celsius.
Pengaturan suhu tersebut diterapkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, terutama pada musim haji, Ramadan, maupun periode umrah yang selalu dipadati pengunjung.
Dengan suhu yang stabil, area di dalam masjid tetap terasa sejuk meskipun temperatur di luar meningkat tajam akibat cuaca ekstrem.
Udara Lebih Bersih
Yang menarik, inovasi ini tidak berhenti pada pengaturan suhu.
Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melengkapi fasilitas tersebut dengan teknologi pemurnian udara berstandar tinggi. Udara yang dialirkan ke seluruh area masjid terlebih dahulu melalui proses penyaringan modern dengan tingkat efisiensi mencapai 95 persen.
Teknologi tersebut menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas udara di tengah tingginya kepadatan jemaah yang berasal dari berbagai negara.
Dengan sirkulasi udara yang lebih bersih, risiko ketidaknyamanan akibat debu maupun kualitas udara yang menurun dapat diminimalkan sehingga aktivitas ibadah berlangsung lebih sehat.
Pendekatan itu menunjukkan pelayanan Masjidil Haram kini tidak hanya berorientasi pada kapasitas, tetapi juga kualitas lingkungan ibadah yang mendukung kesehatan jemaah.
Layanan Terintegrasi
Jaringan pendingin itu menjangkau hampir 1,5 juta meter persegi kawasan Masjidil Haram. Area yang dilayani mencakup ruang salat utama, berbagai fasilitas penunjang, hingga pelataran masjid yang setiap hari dipenuhi jemaah.
Cakupan yang sangat luas tersebut memungkinkan distribusi udara dingin berlangsung merata sehingga seluruh kawasan tetap berada pada tingkat kenyamanan yang relatif sama meskipun jumlah jemaah meningkat drastis.
Skala sistem ini memperlihatkan bagaimana pengelolaan Masjidil Haram tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga mengintegrasikan teknologi rekayasa bangunan, sistem operasi, dan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Investasi Pelayanan
Di balik pengoperasian sistem pendingin raksasa tersebut tersimpan strategi yang lebih besar. Arab Saudi tengah membangun standar baru pelayanan haji dan umrah melalui investasi teknologi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus pertumbuhan jumlah jemaah internasional.
Otoritas menyatakan pengoperasian sistem pendingin ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Masjidil Haram.
Melalui pemanfaatan teknologi rekayasa modern, termasuk peningkatan sistem operasional dan pemeliharaan, layanan terus disiapkan untuk mengakomodasi jumlah jemaah haji dan umrah yang meningkat setiap tahun.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan pelayanan kepada tamu Allah kini semakin mengandalkan inovasi teknologi sebagai instrumen utama. Kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan jemaah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pengembangan infrastruktur ibadah di Tanah Suci.
Pada saat jumlah jemaah dunia terus bertambah dari tahun ke tahun, investasi semacam ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pengelola dua masjid suci dengan standar pelayanan berbasis teknologi modern. (HFS/INT)







