Jawa Barat

Kisah Menarik Kepsek SMAN 1 Cimarga, Dipolisikan dan Dinonaktifkan Kini Dapat Umrah Gratis

Umrah Senin, 20 Oktober 2025 - 21:53 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Kisah Menarik Kepsek SMAN 1 Cimarga, Dipolisikan dan Dinonaktifkan Kini Dapat Umrah Gratis

Ustadz Haji Ahmad Rifky atau akrab disapa Ustadz Lancip, pimpinan Pondok Pesantren Darul Shafa Depok. (Foto Istimewa/int)

JAWA BARAT (hajiumrohinfo) - Perjalanan kisah hidup Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, Dini Pitria, berbalik drastis dalam hitungan minggu. Setelah sempat dipolisikan, dinonaktifkan, hingga menjadi sorotan publik, kini ia justru mendapat hadiah umrah gratis dari Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Shafa, Depok, Jawa Barat.

Kepsek SMAN 1 Cimarga Diberi Hadiah Umrah Gratis, Ini Kata Pimpinan Ponpes Daarul Shafa Informasi mengenai hadiah umrah tersebut pertama kali beredar melalui flyer dan video yang tersebar di media sosial.

Dini membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan bahwa pimpinan Ponpes Daarul Shafa, Ahmad Rifky atau yang dikenal sebagai Ustaz Lancip, telah menghubunginya langsung.

“Iya, sudah dikirim (informasi umrah gratis). Rencananya beliau, Pak Ustaz Lancip, mau berkunjung ke rumah saya hari Ahad (Minggu),” kata Dini seperti dilasnir Kompas.com, Jumat (17/10/2025).

Bagi Dini, hadiah umrah ini adalah jawaban dari masa-masa sulit yang baru saja ia lewati.

“Alhamdulillah. Saat saya difitnah itu, tak banyak yang bisa saya lakukan. Saya tidak bermedsos juga, tapi saya yakin, orang yang dizalimi doanya akan dikabulkan Allah,” ujarnya.

Ia bercerita, dalam situasi tertekan itu, dirinya hanya bisa berdoa dan berserah diri. “Saat itu, saya hanya meminta keajaiban untuk menepis segala fitnah. Alhamdulillah, pertolongan Allah datang dari segala penjuru,” ujarnya. Hadiah Spontan dari Ponpes.

Pimpinan Ponpes Daarul Shafa, Ahmad Rifky atau Ustaz Lancip, menjelaskan bahwa hadiah umrah untuk Dini diberikan secara spontan, bukan program khusus.

“Jadi itu spontan aja sebenarnya. Karena kita ingin memberikan yang mungkin spontanitas itu bukan gerakan saya ya, gerakan Allah SWT untuk memberikan hadiah yang terbaik buat seorang guru dan memotivasi juga para guru-guru yang lainnya,” kata Ahmad.

Ahmad menuturkan, meski spontan, pesantrennya memang memiliki program rutin umrah gratis setiap tahun. Namun, pemberian kepada Dini dilakukan secara khusus karena kasus yang menimpanya.

“Sebenarnya umrah gratis ini di dalam tabligh Akbar Milad Pondok Pesantren Darul Shafa. Nah karena kemarin pas Milad terjadi tanggal 15 itu, saya izin kepada para jamaah, kita berikan ke Ibu Dini,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, Ponpes Daarul Shafa juga pernah memberikan hadiah serupa kepada Ustaz Cecep dari Cianjur, yang pernah dipenjara oleh wali santrinya sebelum akhirnya dibebaskan.

Menurut Ahmad, hadiah umrah ini juga menjadi pesan simbolik untuk menghargai perjuangan para guru.

“Apalagi sekarang kan kondisi guru di negeri kita ini kan kurang ada harganya. Kurang dihargai, kurang dimuliakan,” ucapnya. Adapun semua biaya keberangkatan akan ditanggung pesantren usai musim haji 2026.

Sempat dipolisikan dan dinonaktifkan sebelumnya, nama Dini mencuat ke publik setelah muncul dugaan menampat salah satu siswa SMAN 1 Cimarga.

Ratusan siswa kemudian melakukan aksi mogok belajar selama dua hari sebagai bentuk protes terhadap Dini. Orangtua siswa pun melaporkan Dini ke polisi.

Kasus tersebut akhirnya berakhir damai setelah laporan dicabut dan kedua belah pihak sepakat berdamai. Pemerintah Provinsi Banten sempat menonaktifkan Dini, sebelum akhirnya mengembalikan posisinya sebagai kepala sekolah. (FSY/INT)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya