Jakarta
BP Haji Mulai Bahas Soal Layanan Haji 2026, Workshop Digelar
Tahun 2026 untuk pertama kalinya, BP Haji secara penuh akan mengambil alih proses penyelenggaraan ibadah haji. (Dok BP Haji)
JAKARTA (hajiumrohinfo) - Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf menyatakan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M akan menjadi momen bersejarah.
Pertama kalinya, BP Haji secara penuh akan mengambil alih proses penyelenggaraan ibadah haji.
Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat membuka Workshop Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M di Jakarta beberapa hari lalu.
"Saya selalu mengingatkan kita semua tentang pesan Presiden Prabowo bahwa pembentukan BP Haji bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” ujar Irfan
“Dan tahun 2026 nanti akan menjadi kali pertama BP Haji secara resmi menyelenggarakan ibadah haji,” tambahnya.
Workshop ini dihadiri oleh Deputi Kerja Sama Internasional Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hassan Bin Yahya Al Manakhrah beserta delegasi resmi dari Arab Saudi.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Agustus 2025 lalu atas kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, BP Haji dan Kementerian Agama RI
Ratusan peserta hadir dalam workshop tersebut, terdiri dari perwakilan BP Haji, Kemenag, Asosiasi penyelenggara haji dan umrah serta kalangan media.
Berbagai topik penting dibahas dalam workshop ini, di antaranya, Informasi terkini seputar haji dan umrah, Peluang dan tantangan penyelenggaraan haji, Lokakarya pemutakhiran platform Nusuk Masar, Rencana operasional berdasarkan regulasi Arab Saudi, Istitha’ah (kelayakan) kesehatan jemaah dan Persiapan awal terkait keakuratan data dan kompetensi operasional
Menurut Irfan pelayanan maksimal kepada jemaah haji adalah amanah yang tidak bisa ditawar.
Dia menegaskan, bahwa reformasi BP Haji bukan sekadar pergantian orang, melainkan perombakan menyeluruh terhadap pola pikir dan sistem kerja.
"Saya tegaskan kepada tim BP Haji, orientasi kita hanya satu: memberikan pelayanan terbaik. Karena itu, kita harus menggandeng semua pihak terkait, termasuk Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Ditjen PHU Kemenag, serta kementerian dan lembaga lainnya,” ujarnya.
Irfan menambahkan, suksesnya pelaksanaan haji 2026 akan menjadi tonggak sejarah baru dalam sistem perhajian Indonesia, yang diawali melalui forum workshop ini sebagai upaya serius peningkatan kualitas layanan.
"Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Semoga ini menjadi langkah awal kita dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026,” ujarnya.
“Insya Allah, dan atas izin Allah, Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen kuat untuk memberikan layanan haji terbaik pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 mendatang," tambahn Irfan. (FSY/SP)







