Nusantara
Kementerian Haji dan Umrah Efektif Mulai 2026, Kemenag Berbenah
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kiri) dan Ketua Komisi VII DPR-RI Marwan Dasopang (kanan) saat sidang pengesahan RUU Perubahan Ketiga UU No.8/2019 di Jakarta (Dok Antara)
NUSANTARA (hajiumrohinfo) - Pemerintah telah membentuk Kementerian Haji dan Umrah yang akan efektif berlaku awal 2026. Saat ini khususnya di Tarakan masih menunggu instruksi terkait itu. Secara struktural organisasi ini belum ada sehingga pelayanan masih dilakukan oleh Seksi Haji dan Umrah yang ada di Kantor Kemenag setempat.
Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tarakan, Asmawan mengatakan, pihaknya saat ini melakukan inventarisir barang-barang haji yang ada di Kemenag untuk dilakukan likuidasi. Sedangkan untuk pegawai yang akan ditempatkan di daerah saat ini masih menunggu dan belum ada informasi lanjutan untuk pegawai yang akan ditugaskan.
“Sampai saat ini kita belum mendapatkan informasi, nah kemarin memang ada rapat di pusat, kemungkinan akan dibentuk dan untuk sementara di provinsi kantor wilayah dan kabupaten/kota untuk kepala kantornya mungkin di PLTkan,” terangnya, Jumat (19/9/2025).
Nantinya kementerian baru yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto ini akan membutuhkan tenaga yang lumayan banyak. “Pasti akan ada petugas haji, tetapi kita yang saat ini berada di Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag ini belum tahu, apakah disuruh memilih apakah secara otomatis beralih ke Kementerian Haji dan Umrah,” ucapnya.
Sedangkan untuk kantor, di Tarakan bisa menggunakan Asrama Haji Transit, kemudian untuk di kabupaten lain di Kaltara yang nantinya akan ada Pelayanan Haji Terpadu maka akan berkantor disitu. “Untuk di Kaltara ini yang sudah ada gedungnya ada di Nunukan, Tana Tidung, dan Bulungan,” urainya.
Adanya lembaga baru yang dibentuk, diharapkan pelayanan haji akan lebih terfokus. Karena di Kementerian Agama sudah banyak bidang keagamaan yang ditangani.
“Jadi ada 5 agama yang diurus oleh Kemenag, ada masalah pendidikan, termasuk zakat, wakaf, kemasjidan, dan lain sebagainya. Sehingga barang kali dengan dibentuknya Kementerian Haji ini supaya lebih terfokus, terkonsentrasi untuk mengurus masalah haji ini, karena jamaah kita kan yang terbesar di seluruh dunia,” pungkasnya. (FSY/SP)







