- Home
- Haji Reguler
- Survei BPS, Pelaksanaan Ibadah Haji 2025 Sangat Memuaskan
Nasional
Survei BPS, Pelaksanaan Ibadah Haji 2025 Sangat Memuaskan
Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pelaksanaan ibadah haji 2025 sangat memuaskan. (Foto Istimewa)
NASIONAL (hajiumrohinfo) - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pelaksanaan ibadah haji 2025 sangat memuaskan. Ini tercermin dari Indeks Kepuasaan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) sebesar 88,46, meningkat dibandingkan tahun 2024 di angka 88,20.
“Skor di atas 85 menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Artinya Jemaah haji Indonesia menerima layanan penyelenggaraan haji secara sangat memuaskan,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti saat menyampaikan hasil survei yang dirilis kepada media beberapa hari lalu.
Layanan Transportasi Bus Shalawat mencapai tingkat kepuasan tertinggi dengan skor 92,15, naik 0,54 poin dibandingkan tahun 2024. Skor layanan Transportasi Bus Antarkota juga naik 0,51 poin menjadi 91,62.
Pelayanan Petugas haji skornya naik 0,75 poin menjadi 89,72. Sedangkan layanan akomodasi tenda mengalami peningkatan tertinggi sebesar 2,27 poin
Seluruh daerah kerja atau satuan operasi juga mencapai kriteria sangat memuaskan, kecuali Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Tingkat kepuasaan tertinggi adalah bandara dengan skor 91,48, Makkah skornya 89,14 dan Madinah skornya 89,12.
“Sementara tingkat kepuasan di Armuzna hanya sebesar 84,84,” ucap Amalia. Menurutnya, survei dilakukan dengan menyebar kuesioner terhadap 14.400 jemaah haji yang dipilih secara acak.
Selain menyebar kuesioner, survei juga dilakukan dengan wawancara langsung, men dan mengamati proses layanan bagi Jemaah.
Tahun ini, BPS melakukan pengembangan berupa survei layanan ramah lansia dan disabilitas. Hasil survei BPS juga menunjukkan mayoritas jemaah haji tahun 2025 adalah perempuan (55,54 persen).
“Sebagian besar jemaah haji berusia di atas 40 tahun (89,71 persen). Tingkat pendidikan jemaah bervariasi, 28,93 persen berpendidikan tinggi dan 25,99 persen berpendidikan SMA,” kata Amalia lagi. (FSY/SP)







