Nasional

Pengaruh Kurs Dolar dan Riyal Melonjak, Kementerian Haji Kesulitan Turunkan Biaya Haji

Haji Reguler Selasa, 23 September 2025 - 16:34 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Pengaruh Kurs Dolar dan Riyal Melonjak, Kementerian Haji Kesulitan Turunkan Biaya Haji

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf di sela menghadiri ithlaq Peringatan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Senin (22/9/2025). (Foto Istimewa)

NASIONAL (hajiumrohinfo) - Kementerian Haji dan Umrah Indonesia mengakui masih kesulitan menurunkan biaya haji. Faktor utama kendala ini adalah pengaruh nilai tukar mata uang asing, seperti dolar dan riyal, yang memengaruhi sejumlah komponen biaya.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan pihaknya terus menghitung ulang komponen biaya agar dapat menekan pengeluaran tanpa mengurangi kualitas layanan.

“Menurunkan biaya haji tidak mudah karena ada banyak komponen yang harus dihitung kembali. Kita masih mencari komponen lain yang bisa ditekan,” ujarnya.

Hal itu dikatakan Irfan Yusuf di sela menghadiri ithlaq Peringatan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Senin (22/9/2025). Menurutnya, meski harga komponen tetap, depresiasi rupiah terhadap dolar dan riyal membuat biaya otomatis naik.

“Komponen dolar, komponen riyal, kalau toh harganya tetap, karena depresiasi rupiah, itu akan naik. Itu tidak bisa terhindarkan,” jelasnya.

Irfan Yusuf belum menyebutkan angka pasti biaya haji tahun depan. Namun, ia optimistis bisa menurunkannya sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Kami belum bicara angka. namun, insyaallah turun. Kami kerja keras,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama, pada musim haji 2025 Indonesia mendapat 221.000 kuota, terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus.

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 ditetapkan sebesar Rp 55,43 juta yang dibayar jemaah, sedangkan Rp 33,97 juta ditanggung dari nilai manfaat dana haji.

Terkait program kampung haji di Makkah, Irfan Yusuf menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai pelaksana pembangunan.

“Kami dari kementerian hanya sebagai user. Soal teknis dan pendanaan sepenuhnya dari Danantara,” sebutnya. (FSY/SP)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya