Provinsi Riau
Sejak Bisa Terbang Langsung Pekanbaru-Jeddah, Kini Ribuan Jemaah Umroh Riau ke Tanah Suci
Beberapa bulan sebelumnya Gubri secara langsung menjalin koordinasi dengan manajemen Lion Air untuk membuka jalur penerbangan langsung. (Dok Diskominfotik Riau)
PEKANBARU (hajiumrohinfo) - Komitmen Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid mempermudah akses ibadah umrah bagi masyarakat Provinsi Riau akhirnya membuahkan hasil.
Sejak Juli 2025 lalu, setelah melalui proses komunikasi dan lobi yang intensif dengan pihak maskapai, penerbangan langsung dari Pekanbaru menuju Jeddah kini resmi dimulai.
Kini, banyak menjadi rombongan yang diberangkatkan tanpa transit pada periode umrah 1447 Hijriah tahun 2025-2026.
"Alhamdulillah kita sudah terbangkan jemaah umrah dari Pekanbaru-Jeddah tanpa transit," kata Gubri Abdul Wahid waktu peresmian itu.
Hal tidak terjadi begitu saja. Pasalnya beberapa bulan sebelumnya Gubri secara langsung menjalin koordinasi dengan manajemen Lion Air untuk membuka jalur penerbangan langsung.
Ia menyampaikan kekhawatiran atas rute umrah sebelumnya yang mengharuskan jemaah transit di berbagai kota, membuat perjalanan menjadi panjang dan melelahkan.
"Beberapa bulan yang lalu saya sudah berkomunikasi dengan Pak Rusdi pemilik Lion Air, saya minta agar ada rute penerbangan langsung dari Pekanbaru - Jeddah. Alhamdulillah pihak maskapai menyanggupi," ujarnya.
Dorongan kuat dari Gubernur berangkat dari kepeduliannya terhadap kenyamanan dan ketenangan jamaah dalam menjalankan ibadah.
Ia menyadari bahwa waktu tempuh yang lama serta kelelahan fisik akibat rute yang panjang sering kali berdampak pada kekhusyukan dalam beribadah setibanya di tanah suci Makkah.
Hal ini mendapat respon positif dari pihak maskapai, gagasan itu akhirnya disetujui dan direalisasikan dalam waktu yang relatif singkat.
Wahid mengungkapkan hal itu jadi momentum penting saat penerbangan perdana tanpa transit resmi diberangkatkan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru langsung ke Jeddah.
Program penerbangan langsung ini tidak hanya menjadi solusi praktis, tetapi juga simbol keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan penghematan waktu dan energi, jamaah kini dapat memulai ibadah mereka dalam kondisi yang lebih siap, baik secara fisik maupun mental.
"Kita ingin agar jemaah tak banyak transit, karenakan kalau transit itu melelahkan bagi mereka. Penerbangan ini langsung satu hari sampai, jadi berangkat pagi ini jam 11 siang, nanti jam 6 sore sudah sampai di Jeddah. Sehingga tak banyak waktu mereka yang hilang," sebutnya.
Rencananya, penerbangan serupa akan dilakukan secara rutin setiap minggu, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Riau untuk menunaikan umrah tanpa harus melewati proses perjalanan yang panjang.
Hal ini turut menegaskan bahwa pelayanan publik dapat ditingkatkan lewat inisiatif dan kerja sama lintas sektor.
"Rencananya nanti akan ada penerbangan seminggu sekali. Jadi dalam sebulan kita bisa memberangkatkan hampir seribu orang," katanya.
Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya soal jalur penerbangan, tetapi bagian dari visi besar untuk menjadikan Riau sebagai provinsi yang hadir memberi solusi nyata bagi warganya.
"Saya ingin memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya dirasakan dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam hal spiritualitas dan ibadah," tutupnya. (FSY/MCR)







