Jawa Timur

Jadi 42 Ribu, Kuota Haji Jawa Timur 2026 Bertambah 7.000 Jemaah

Daerah Senin, 17 November 2025 - 21:32 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Jadi 42 Ribu, Kuota Haji Jawa Timur 2026 Bertambah 7.000 Jemaah

Menteri Haji dan Umroh RI KH M Irfan Yusuf memastikan Provinsi Jawa Timur akan mendapatkan tambahan kuota jemaah haji sebanyak 7.000 orang untuk musim haji tahun 2026. (Foto Istimewa)

SURABAYA (hajiumroinfo) – Perkembangan terkini tentang penyelenggaraan haji 2026. Menteri Haji dan Umroh RI KH M Irfan Yusuf memastikan Provinsi Jawa Timur akan mendapatkan tambahan kuota jemaah haji sebanyak 7.000 orang untuk musim haji tahun 2026.

Hal itu disampaikannya usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (17/11/2025).

Menteri Haji dan Umroh yang biasa disapa Gus Irfan itu menegaskan, dengan tambahan tersebut, maka kuota jemaah haji Jawa Timur untuk tahun 2026 akan mencapai 42 ribu orang.

“Jadi kedatangan kami ke sini adalah untuk membahas persiapan kemungkinan penambahan kuota jemaah haji untuk Jawa Timur. Insya Allah penambahannya sekitar 7.000 jemaah,” kata Gus Irfan.

“Sehingga nanti jumlahnya jemaah haji asal Jatim bisa mencapai 42 ribu jemaah,” tegasnya.

Pihaknya menjelaskan sejatinya tidak ada tambahan kuota jemaah haji secara nasional dari pemerintah Arab Saudi.

Penambahan untuk Jatim ini berdasarkan pembagian kuota sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.

Untuk itu Gus Irfan berharap agar tambahan kuota ini segera dikoordinasikan oleh Pemprov Jatim maupun lembaga terkait di daerah agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat terutama yang telah masuk daftar antrean.

Dalam kesempatan ini, Gus Irfan juga membuka peluang bagaimana Jatim bisa turut menyuplai makanan untuk para jemaah haji dengan memanfaatkan produksi makanan siap saji atau ready to eat.

“Sesuai harapan Bapak Presiden untuk bisa memamksimalkan produk dalam negeri untuk kebutuhan jemaah haji. Agar sebgian dana haji bisa turut dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya turut menyicipi sejumlah jenis makanan RTE yang sengaja disajikan Gubernur Khofifah. Sejumlah RTE yang disaijkan adalah produksi dari Pasuruan yang menghasilkan sejumlah jenis masakan, seperti rendang dan lain-lain.

“Ada beberapa produk RTE yang saya cicipi, ada rendang, mie goreng, dan rasanya bisa masuk ke lidah masyarakat terutama Jawa Timur dan secara umum masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Pihaknya siap untuk memfasilitasi bagaimana agar produk makanan RTE ini bisa diuruskan perizinannya sehingga bisa masuk ke Arab Saudi. (FSY/SP)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya