Jakarta

Kini Haji Furoda Bisa Diurus Mandiri Layaknya Umrah

Haji Plus Jumat, 07 November 2025 - 11:37 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Kini Haji Furoda Bisa Diurus Mandiri Layaknya Umrah

Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji (Internet)

JAKARTA (hajiumrohinfo) – Ini regulasi baru. Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji mengatakan, revisi ketiga atas undang-undang tentang haji dan umrah yang tertuang dalam UU Nomor 14 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UUPIHU) mengalami berbagai perubahan yang sangat mandasar, termasuk perubahan penyelanggaraan Umrah sampai Haji Furoda.

Dia juga menjelaskan, diantara perubahan itu pergeseran kewenangan Haji dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) hingga dilegalkankannya umrah mandiri tanpa perlu melibatkan jasa travel/PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).

“Travel yang diberi izin pemerintah mengurus umrah. Hal mana membuat asosiasi organisasi travel haji-umrah keberatan karena berdampak merubah ekosistem dan lanskap yang mengikis peran mereka,” katanya dalam keterangan yang diterima Islami.co, Kamis (6/10/2025).

Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menjelaskan, jika dibedah lebih jauh, beleid tersebut bukan hanya melegalkan umrah mandiri.

“Ternyata penyelenggaraan haji furoda dan haji dengan visa mujamalah (undangan pemerintah Saudi) yang selama ini dikenal dengan skema non kuota (di luar kuota resmi dari pemerintah Saudi yang diberikan kepada pemerintah Indonesia) juga bisa diurus secara mandiri oleh jemaah sendiri tanpa perlu melalui perantara jasa travel resmi/PIHK (Penyelenggara Perjalanan Haji Khusus),” katanya.

Lantas dia menjelaskan lebih lanjut, katanya, dalam Pasal 18 ayat 1 dan 2 undang-undang haji yang baru, jemaah hanya diwajibkan melaporkan visa dan paket layanan kepada Menteri.

Secara lengkap Pasal 18 ayat 1 dan 2 menyatakan:

1) Visa haji Indonesia terdiri atas:

a. visa haji kuota; dan

b. visa haji nonkuota

2) Warga negara Indonesia yang mendapatkan visa haji nonkuota sebagimana dimaksud pada ayat (1) huruf b wajib:

a. berangkat melalui PIHK; atau

b. melaporkan visa dan paket layanan kepada Menteri.

“Pada bagian penjelasan yang dimaksud dengan “visa haji nonkuota’ antara lain visa haji mujamalah, visa haji furoda, dan visa haji mandiri.” Katanya.

Dia juga menguraikan terkait ketentuan tersebut memberikan keleluasaan dan kemudahan penuh kepada masyarakat yang ingin berangkat haji ke tanah suci Mekkah bisa mengurus segala kebutuhan haji secara mandiri.

“Dari mulai pengurusan dokumen, pengajuan visa, akomodasi, transportasi, konsumsi, hotel, penerbangan dan sebagainya,” katanya.

Legalisasi haji mandiri ini, lanjutnya, bisa mendorong masyarakat berbondong-bondong memburu visa non kuota untuk berangkat haji karena dianggap lebih murah dan tanpa perlu antri.

Konstruksi ini berbeda dengan aturan haji sebelum UU Nomor 8 Tahun 2019 diubah, lanjutnya, di mana jemaah pemegang visa Mujamalah/ furoda yang merupakan kategori visa non kuota dibolehkan.

“Namun keberangkatan mereka harus melalui melalui PIHK/ travel resmi yang telah mendapat izin pemerintah. PIHK kemudian melaporkan kepada Menteri. Dengan adanya aturan baru ini tentu akan sangat berdampak kepada para travel yang selama ini mengurus haji furoda maupun visa mujamalah,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Mustholih, mengingat musim haji sudah semakin dekat dan agar tidak menimbulkan kebingungan dan kerancuan praktik di lapangan nanti Komnas Haji mendorong agar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan sosialisasi kepada publik utamanya para pemangku kepentingan (stake holders) terkait perkembangan aturan-aturan baru tersebut ybtyj segera menerbitkan peraturan turunan dari UU Nomor 14 Tahun 2025 sampai dengan petunjuk teknis (juknis) nya agar tidak ada multi tafsir dalam pelaksanaan regulasi.

“Dan yang tidak kalah penting mengajak ososiasi organisasi haji dan umrah duduk bersama untuk mengawal berjalannya aturan-aturan baru ini dengan baik sehingga ekosistem haji dan umrah berjalan positif,” ungkapnya. (FSY/INT).
 

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya