Arab Saudi

Bukit Shafa dan Marwah, Sejarah Jejak Suci dalam Perjalanan Haji dan Umroh

Hikmah Kisah Selasa, 07 Oktober 2025 - 21:04 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Bukit Shafa dan Marwah, Sejarah Jejak Suci dalam Perjalanan Haji dan Umroh

Shafa dan Marwah tidak sekadar gundukan tanah dan batu, melainkan simbol perjuangan, kesabaran, serta keimanan yang kuat kepada Allah. (Internet)

ARAB SAUDI (hajiumrohinfo) – Siapa yang tak kenal Bukit Shafa dan Marwah. Dia adalah dua bukit bersejarah yang terletak di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Keduanya memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam karena menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji dan umrah.

Dalam sejarahnya, Shafa dan Marwah tidak sekadar gundukan tanah dan batu, melainkan simbol perjuangan, kesabaran, serta keimanan yang kuat kepada Allah.

Kisah yang melekat pada kedua bukit ini berawal dari peristiwa yang dialami oleh Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, bersama putranya, Nabi Ismail.

Sejarah Shafa dan Marwah erat kaitannya dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim.

Atas perintah Allah, Nabi Ibrahim membawa istrinya, Hajar, dan bayi mereka, Ismail, ke sebuah lembah tandus yang kelak menjadi kota Mekkah.

Saat itu, di lembah tersebut tidak ada tumbuhan, air, maupun penghuni. Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail dengan hanya sedikit bekal, sebagai wujud ketaatan kepada perintah Allah.

Ketika bekal itu habis, Siti Hajar merasa panik melihat putranya kehausan. Dengan hati penuh kegelisahan, ia berlari antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk mencari pertolongan.

Ia berharap menemukan sumber air atau orang yang bisa menolong mereka. Usahanya yang gigih akhirnya dibalas oleh Allah dengan memancarkan air zamzam di dekat kaki kecil Nabi Ismail.

Peristiwa inilah yang kemudian menjadi asal mula disyariatkannya ibadah sa’i, yaitu berjalan bolak-balik antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, sebagai bagian dari haji maupun umrah.

Makna Religius dalam Islam

Peristiwa di Bukit Shafa dan Marwah diabadikan dalam Al-Qur’an.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 158 disebutkan bahwa Shafa dan Marwah termasuk bagian dari syiar Allah, dan tidak berdosa bagi orang yang melakukan Sa’i di antara keduanya.

Ayat ini menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Siti Hajar bukan sekadar perjuangan seorang ibu, tetapi juga menjadi teladan keimanan dan keteguhan hati.

Bagi umat Islam, ritual Sa’i bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam.

Berlari kecil antara dua bukit itu melambangkan usaha, doa, dan harapan yang harus diiringi dengan keyakinan penuh kepada Allah.

Kisah Hajar yang bersungguh-sungguh mencari air mengajarkan bahwa dalam menghadapi ujian hidup, manusia wajib berusaha sekuat tenaga, meskipun hasilnya tetap bergantung pada kehendak Tuhan.

Perkembangan Sejarah dan Renovasi

Seiring berjalannya waktu, Shafa dan Marwah menjadi bagian penting dari Masjidil Haram. Pada masa lalu, kedua bukit ini masih terlihat jelas berupa gundukan batu.

Namun, karena banyaknya jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia, pemerintah Arab Saudi melakukan renovasi besar-besaran.

Kini, area sa’i dihubungkan dengan jalur panjang yang rapi, lengkap dengan lantai marmer, pendingin udara, serta penanda untuk memudahkan jamaah dalam menghitung tujuh kali perjalanan.

Meskipun telah dimodernisasi, esensi sejarah Shafa dan Marwah tetap dijaga.

Bagian asli dari bukit masih terlihat pada ujung jalur, sehingga para jamaah dapat menyaksikan dan menyentuhnya sebagai pengingat akan kisah Siti Hajar.

Renovasi ini menunjukkan upaya untuk melestarikan sejarah sambil menyesuaikan dengan kebutuhan jutaan jamaah yang datang setiap tahun.

Pesan Moral dari Shafa dan Marwah

Kisah Shafa dan Marwah memberikan banyak pelajaran yang relevan sepanjang zaman. Pertama, ia mengajarkan tentang ketabahan seorang ibu dalam menjaga anaknya, meskipun berada dalam kondisi paling sulit.

Kedua, peristiwa itu menjadi simbol bahwa usaha manusia harus dibarengi dengan doa, karena pertolongan Allah datang setelah Hajar berjuang dengan penuh keyakinan.

Ketiga, Shafa dan Marwah juga melambangkan pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim, yang rela menghadapi ujian demi menjalankan perintah Allah.

Warisan Sejarah yang Hidup

Hingga kini, jutaan muslim dari seluruh dunia setiap tahunnya menapaki jalur antara Shafa dan Marwah.

Mereka tidak hanya melaksanakan kewajiban ibadah, tetapi juga menghidupkan kembali kisah yang terjadi ribuan tahun lalu.

Perjalanan bolak-balik itu seakan menghadirkan kembali suara langkah Siti Hajar, teriakan bayi Ismail, dan keajaiban air zamzam yang muncul di tengah gurun kering. (FSY/INT)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya