- Home
- Internasional
- Kelola Pembiayaan Kampung Haji di Arab Saudi, BPKH Pastikan Kawal Danantara
Jakarta
Kelola Pembiayaan Kampung Haji di Arab Saudi, BPKH Pastikan Kawal Danantara
Danantara ditunjuk sebagai pihak yang memimpin proyek, sementara Kementerian Haji menjadi pengguna utama fasilitas Kampung Haji. (Internet)
JAKARTA (hajiumrohinfo) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan akan mendampingi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam mengelola pembiayaan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.
Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, mengatakan pihaknya akan terlibat dalam tahap pembangunan dan pengelolaan Kampung Haji setelah proses pembelian atau penyewaan lahan diselesaikan oleh Danantara. “Karena sekarang ini masih bicara tanah, itu memang masih ranahnya di Danantara. Nanti setelah beliau dan tim menyelesaikan semua proses dari sisi pembelian atau penyewaan tanah, baru selanjutnya kita akan bergerak,” ujar Fadlul saat ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).
Fadlul menegaskan bahwa kolaborasi antar Kementerian/Lembaga dalam perencanaan dan pembangunan Kampung Haji adalah amanat Instruksi Presiden (Inpres). Dalam Inpres tersebut, Danantara ditunjuk sebagai pihak yang memimpin proyek, sementara Kementerian Haji menjadi pengguna utama fasilitas Kampung Haji.
Adapun BPKH berperan sebagai pendamping dan mitra pembiayaan. “Seperti yang teman-teman ketahui, sudah ada Inpres terkait dengan Kampung Haji. Kolaborasi ini antara Danantara sebagai leading sector, kemudian Kementerian Haji sebagai user, serta Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri sesuai tupoksinya,” ungkap Fadlul.
“Sementara BPKH sebagai badan pengelola keuangan haji menjadi pendamping dari Danantara dan berkontribusi menyelenggarakan atau membangun Kampung Haji,” sambungnya.
Fadlul menambahkan bahwa BPKH telah menjalin komunikasi formal dengan Danantara soal kolaborasi yang bisa dijalankan untuk pengelolaan Kampung Haji.
“Kami justru menawarkan kontribusi apa yang bisa dilakukan supaya ini bisa sesuai dengan amanat presiden dan terlaksana dengan amat baik,” ucapnya. Dia mencontohkan pelibatan anak usaha BPKH, yakni BPKH Limited, sebagai mitra dari pembiayaan maupun pengelolaan aset Kampung Haji.
“Jadi prinsipnya kami terbuka, kalau memang BPKH Limited dapat digunakan sebagai underlying untuk kerja sama dengan Kementerian Haji atau membangun Kampung Haji dalam bentuk apapun, pada prinsipnya kami sangat amat welcome,” jelas Fadlul.
Pendanaan tahap awal Kampung Haji ditanggung Danantara Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan tahap awal proyek Kampung Haji akan ditanggung oleh Danantara. Namun, untuk pembangunan tahap selanjutnya, pihaknya akan berkolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Kalau pendanaan enggak ada masalah, ada Danantara kan. Full Danantara. Nanti kerja sama dengan BPKH juga,” jelas Rosan.
“Mungkin awalnya pembelian tanahnya dari kami, tapi nanti pembangunan ke depannya ya kita akan kolaborasi dengan BPKH. Kan banyak yang harus dibangun,” sambungnya.
Meski begitu, Rosan belum mau menyebutkan kisaran biaya pembangunan Kampung Haji karena masih dalam tahap perhitungan.
“Ini lagi berjalan hitung-hitungannya,” kata dia. Prioritas utama saat ini, kata Rosan, adalah memastikan proses perolehan lahan berjalan lancar sebelum masuk ke tahap pembangunan.
Pasalnya, kepemilikan lahan oleh pihak asing di Arab Saudi adalah hal baru yang membutuhkan penyesuaian regulasi.
“Kita mungkin bicara dapat tanahnya dulu kali ya. Karena perjalanan itu kan pasti butuh waktu. Dan memang dari mereka juga menyampaikan, ini kan hal yang baru, di mana asing boleh memiliki. Jadi kita step by step dulu deh, dapat lahannya dulu,” ujarnya. (FSY/INT)










