Nasional

Beri Perlindungan, Petugas Haji Sudah Dapatkan Vaksin Meningitis Gratis

Kesehatan Selasa, 27 Januari 2026 - 20:40 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Beri Perlindungan, Petugas Haji Sudah Dapatkan Vaksin Meningitis Gratis

Pemberian vaksin meningitis merupakan suatu keharusan bagi mereka yang datang ke Arab Saudi. Persyaratan ini sebagai bagian dari upaya pemberian perlindungan sekaligus pencegahan terhadap penularan suatu penyakit (Foto Istimewa)

JAKARTA (hajiumrohinfo) - Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menjalani vaksinasi meningitis pada agenda Sabtu (24/1/2026) hingga Ahad (25/1/2026) lalu. Vaksin meningitis tersebut diberikan secara gratis  dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.

Seperti diketahui, pemberian vaksin meningitis merupakan suatu keharusan bagi mereka yang datang ke Arab Saudi. Persyaratan ini sebagai bagian dari upaya pemberian perlindungan sekaligus pencegahan terhadap penularan suatu penyakit.

Para petugas haji pun dengan antusias mengikuti vaksinasi tersebut, terlebih sebagian besar petugas belum menerima vaksin dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut terlihat dari panjangnya antrean para petugas yang hendak divaksin meningitis.

Pengecualian memang diberikan bagi PPIH yang telah menerima vaksin tersebut dalam kurun waktu tiga tahun. Bagi mereka yang dalam waktu tiga tahun sudah menerima vaksin meningitis tidak diwajibkan melakukan vaksinasi sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan, PPIH Arab Saudi 2026 adalah ujung tombak penyelenggaraan haji 2026. Ia pun menyatakan tidak akan menolorerir kegagalan pada penyelenggaraan haji tahun ini.

"Anda semua adalah harapan kami (Kementerian Haji dan Umrah RI). Keberhasilan Anda akan menentukan berhasil atau tidaknya penyelenggaraan haji 2026," kata Irfan saat berkunjung ke kelas Hubungan Daker Madinah Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Irfan juga menegaskan bahwa kegagalan penyelenggaraan haji tahun ini akan menjadi kegagalan salah satu program Presiden Prabowo Subianto. "Anda gagal berarti salah satu program Presiden Prabowo gagal. Oleh karena itu tidak boleh ada kata gagal di sini," ujar Irfan.

Irfan pun berharap pendidikan dan pelatihan yang menyisakan empat hari lagi di Asrama Haji Pondok Gede bisa dimanfaatkan oleh para peserta diklat dengan baik. "Semoga (pelatihan) empat hari terakhir nanti bisa menambah pemahaman tugas dan semangat bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian," kata Gus Irfan.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut, petugas haji yang telah mengikuti Diklat PPIH Arab Saudi sejak 10 Januari 2026 lalu memiliki semangat melayani jamaah haji yang tinggi dan ia juga menyaksikan para petugas haji mendengarkan materi yang disampaikan pemateri dengan seksama. (FSY/INT)

 

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya