Nasional

Perkuat Infrastruktur Medis Haji 2026, Disiapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah

Kesehatan Rabu, 01 April 2026 - 11:32 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Perkuat Infrastruktur Medis Haji 2026, Disiapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah

Tahun ini, petugas kesehatan kloter akan dibekali sistem baru berbasis severity level (tingkat keparahan penyakit). Sistem ini berfungsi sebagai panduan rujukan yang presisi untuk menentukan apakah jemaah cukup ditangani di KKHI atau harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi. (Dok Kemenag RI)

NASIONAL (hajiumrohinfo) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan kesiapan layanan bagi jemaah asal Indonesia menjelang musim haji 2026.

Fokus utama tahun ini adalah penguatan infrastruktur medis dengan menyediakan 45 klinik kesehatan yang tersebar di titik-titik strategis Arab Saudi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Liliek Marhaendro Susilo menjelaskan rasio layanan kini dibuat lebih efisien. Satu klinik akan melayani minimal 5.000 jemaah.

Secara terperinci, 40 klinik akan disiagakan di 10 sektor di Makkah, sementara 5 klinik lainnya akan beroperasi di 5 sektor di Madinah.

Selain klinik sektor, pemerintah juga memastikan pusat komando medis utama di dua kota suci tetap beroperasi penuh untuk menangani kasus-kasus yang lebih kompleks.

"Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut. Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal," ujar Liliek dalam keterangan resminya di Jakarta.

Tahun ini, petugas kesehatan kloter akan dibekali sistem baru berbasis severity level (tingkat keparahan penyakit). Sistem ini berfungsi sebagai panduan rujukan yang presisi untuk menentukan apakah jemaah cukup ditangani di KKHI atau harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi.

"Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya," tambah Liliek.

Demi menjamin mutu layanan, pemerintah menggandeng Saudi German Hospital sebagai penyedia layanan kesehatan swasta terakreditasi untuk melakukan supervisi dan pengawasan.

Sementara itu, urusan logistik obat-obatan akan didistribusikan langsung dari KKHI Makkah dan Madinah menuju tenaga kesehatan di hotel-hotel jemaah.

Mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik yang berat, Liliek mengimbau para jemaah yang sedang menunggu jadwal keberangkatan untuk mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini. Olahraga ringan minimal 30 menit sehari, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup menjadi kunci utama.

"Selain itu, jemaah perlu istirahat cukup minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif," tuturnya.

Bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, Liliek mengingatkan agar tetap disiplin mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Terakhir, ia mengajak jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual melalui zikir dan doa agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan lancar dan sehat. (HFS/INT)

 

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya