Jakarta

Perkuat Integritas Layanan Hingga Daerah, Menhaj Gus Irfan: ASN Tidak Mampu, Mundur Saja

Nasional Rabu, 21 Januari 2026 - 14:52 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Perkuat Integritas Layanan Hingga Daerah, Menhaj Gus Irfan: ASN Tidak Mampu, Mundur Saja

Kementrian Haji dan Umrah serta staf kementerian, mengumpulkan seluruh ASN Kementerian Haji dan Umrah untuk menegaskan kembali jati diri kelembagaan, Senin (19/1/2026). (Dok Kemenhaj RI)

JAKARTA (hajiumrohinfo) – Guna memaksimalkan layanan haji 2026, berbagai langkah terus dilakukan. Di Asrama Haji Pondok Gede, jajaran Kementrian Haji dan Umrah serta staf kementerian, mengumpulkan seluruh ASN Kementerian Haji dan Umrah untuk menegaskan kembali jati diri kelembagaan, Senin (19/1/2026).

‘’Kita hadir bukan sekadar menjalankan birokrasi, tetapi mengemban amanah negara dan umat. Pelayanan kepada jemaah haji dan umrah adalah orientasi utama kerja kita’’ kata Menteri Haji dan Umrah M Irfan Yusuf.

Lebih jauh, dikatannya bahwa kementerian ini lahir dari kepercayaan negara. Kepercayaan tersebut hanya dapat dijaga melalui kinerja yang nyata dan integritas yang utuh.

‘’Tidak boleh ada penyimpangan. Tidak boleh ada kecurangan. Satu rupiah pun tidak boleh hilang. Mandat Presiden jelas. Seluruh praktik rente dan mafia haji harus diberantas tanpa pandang bulu,’’ lanjutnya.

Sejauh ini Kemenhaj juga terus berbenah dan menata organisasi. Mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Ini untuk memastikan ada satu komitmen bersama untuk memberikan pelayanan yang optimal.

‘’Saya menegaskan bahwa integritas adalah harga mati. ASN yang tidak mampu menjaganya lebih baik mundur saja. Kementerian ini membutuhkan kerja yang cepat, tuntas, dan dapat dipertanggungjawabkan’’ ujarnya.

Penyelenggaraan haji dan umrah menuntut kecepatan dan ketepatan. Target dan tenggat waktu harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Tidak ada ruang bagi kerja lamban, saling lempar tanggung jawab, atau aktivitas tanpa hasil.

Kementerian Haji dan Umrah harus dikenal sebagai kementerian yang bersih, tegas, cepat, dan berorientasi hasil. Bukan melalui seremoni, tetapi melalui kinerja nyata. Pelayanan jemaah adalah kehormatan bangsa dan amanah yang wajib kita jaga bersama. (FSY/SP)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya