Jakarta

Akhir Tahun Diumumkan, Komnas Haji Yakin Danantara Unggul di Tender Kampung Haji di Makkah

News Jumat, 05 Desember 2025 - 17:51 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Akhir Tahun Diumumkan, Komnas Haji Yakin Danantara Unggul di Tender Kampung Haji di Makkah

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj (Foto Istimewa)

JAKARTA (hajiumrohinfo) – Kamung Hajiterus berproses. Salah satu program unggulan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di awal pemerintahannya adalah membangun kampung haji di Arab Saudi. Keseriusan tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025 tentang Pembangunan Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi.

Prabowo menugaskan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai penanggung jawab (leading sector) bersama Menteri Keuangan, Menteri Haji dan Umrah, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM untuk mewujudkan pembangunan kampung haji.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan sejak Oktober lalu Danantara sudah bolak-balik mengikuti berbagai proses penawaran ke otoritas Arab Saudi, mulai dari perencanaan, nilai proyek, hingga desain. Jika tidak ada aral melintang, akhir tahun ini akan diumumkan siapa pemenang konsesi lahan.

“Untuk diketahui, pemerintah Saudi telah menyiapkan delapan plot (lokasi) lahan yang siap dibangun. Namun, untuk mendapatkan lahan tersebut Danantara sangatlah tidak mudah karena harus bersaing dengan 90 kompetitor dari berbagai negara,” kata Mustolih kepada Republika, Kamis (4/12/2025).

Ia menerangkan, Danantara sendiri mengincar lahan di Jabal Hindawiyah, salah satu kawasan di Makkah, karena lokasinya strategis dan kontur lahannya relatif landai serta tidak terlalu banyak perbukitan.

Komnas Haji optimistis Danantara bisa menjadi pemenang atas konsesi lahan tersebut atas beberapa pertimbangan. Pertama, kapasitas Danantara yang masuk jajaran lima besar Sovereign Wealth Fund (SWF) dunia yang memiliki cadangan dana sangat besar.

Kedua, Indonesia setiap tahun mendapatkan kuota jamaah haji terbesar, sebanyak 221 ribu, yang tidak diberikan kepada negara mana pun, bahkan kerap mendapat tambahan kuota signifikan. Sehingga, keberadaan lahan kampung haji menjadi urgen dan mendesak untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan haji.

“Kuota yang demikian besar tersebut menjadi indikasi Arab Saudi memiliki respek dan penghormatan kepada pemerintah RI sehingga sangat relevan untuk mendapatkan kepercayaan lebih,” ujar Mustolih.

Ketiga, Indonesia menjadi penyumbang jamaah umrah terbesar setiap tahun, rata-rata mencapai 1,5 juta orang, sehingga memberikan dampak ekonomi signifikan kepada Arab Saudi. Eksistensi kampung haji nantinya bisa mendongkrak jumlah jamaah umrah sehingga memberi dampak ekonomi yang bersifat mutualisme bagi kedua negara.

Keempat, hubungan historis dua negara yang sudah sangat erat selama bertahun-tahun, begitu pula relasi kedua kepala negara.

“Meskipun demikian, Danantara harus terus melakukan langkah-langkah dan upaya strategis yang diperlukan agar cita-cita mendirikan kampung haji benar-benar terwujud, yang menjadi mandat Presiden Prabowo dan sedang dinantikan jutaan jamaah haji dan umrah,” kata Mustolih. (FSY/REP)

 

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya