Jakarta

Danantara Indonesia Akuisisi Hotel di Mekah, Diharap Tingkatkan Pelayanan Haji dan Umrah

News Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:23 WIB  |    Reporter : FSY   Redaktur : Fithriady Syam  
Danantara Indonesia Akuisisi Hotel di Mekah, Diharap Tingkatkan Pelayanan Haji dan Umrah

Danantara mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City yang berlokasi sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram merupakan keputusan visioner yang berdampak jangka panjang. (Foto Istimewa)

JAKARTA (hajiumroinfo) -  Satu lagi terobosan haji yang mendapatkan apresiasi publik. Ketua Umum Dai'yat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Fahira Idris mengapresiasi dan mendukung langkah strategis Danantara Indonesia yang resmi mengakuisisi hotel dan real estate di kawasan Mekah, Arab Saudi, guna meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji dan umrah.

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Danantara. Ini bukan sekadar investasi bisnis, tetapi langkah bersejarah yang akan membawa manfaat besar bagi jutaan jemaah Indonesia. Kita mulai membangun kemandirian layanan haji dan umrah langsung di Mekah," kata Fahira dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Dia menilai langkah Danantara mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City yang berlokasi sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram merupakan keputusan visioner yang berdampak jangka panjang.

Pasalnya, selama ini Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji dan umrah terbesar di dunia belum memiliki keterlibatan langsung yang signifikan dalam kepemilikan dan pengelolaan aset akomodasi di Tanah Suci.

Anggota DPD RI Dapil Jakarta itu mengatakan dampak positif akuisisi ini sangat nyata bagi penyelenggaraan haji dan umrah. Dengan keterlibatan langsung Indonesia dalam kepemilikan aset perhotelan, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk memastikan standar pelayanan, kenyamanan, dan keamanan jamaah.

Dalam jangka menengah hingga panjang, kepemilikan ini juga berpotensi membantu menjaga stabilitas biaya akomodasi, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, serta meningkatkan kepastian layanan bagi jemaah Indonesia.

Selain itu, rencana pengembangan kawasan hospitality terpadu dengan potensi hingga sekitar 5.000 kamar hotel ke depan itu juga dinilai sejalan dengan kebutuhan jamaah Indonesia yang setiap tahunnya mencapai lebih dari dua juta jamaah umrah dan lebih dari dua ratus ribu jamaah haji.

"Pengembangan bertahap yang dilakukan secara prudent, berbasis kajian kelayakan, dan mematuhi regulasi Arab Saudi menunjukkan keseriusan Danantara dalam mengelola investasi negara secara profesional," imbuhnya.

Lebih lanjut, Fahira juga mengapresiasi langkah Danantara menggandeng mitra lokal strategis di Arab Saudi.

Menurutnya, kolaborasi dengan pengembang lokal yang memahami karakteristik dan regulasi Mekah menjadi kunci keberhasilan pengembangan jangka panjang, sekaligus memastikan proyek berjalan selaras dengan perencanaan kota dan kepentingan otoritas setempat.

"Yang patut diapresiasi, Danantara menempatkan tata kelola, kehati-hatian, dan nilai publik sebagai fondasi utama. Ini penting agar investasi ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi benar-benar menghadirkan maslahat bagi umat," tambahnya.

Fahira berharap, langkah awal ini dapat menjadi fondasi bagi penguatan ekosistem haji dan umrah Indonesia secara menyeluruh, mulai dari akomodasi, transportasi, layanan pendukung, hingga peningkatan kualitas pengalaman ibadah jemaah.

Ia juga mendorong agar sinergi antara Danantara, pemerintah, dan pemangku kepentingan haji terus diperkuat agar manfaat investasi ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"Semoga langkah Danantara di Mekah menjadi awal dari transformasi besar pelayanan haji dan umrah Indonesia yang lebih mandiri, berkualitas, dan berkeadilan," kata Fahira Idris. (FSY/ANT)

Laporan : FSY
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya