Madinah, Arab Saudi
Bagasi Jemaah Diawasi Ketat, Petugas Bandara Pantau Koper Besar, Kabin dan Kursi Roda
Pengawasan barang bawaan jemaah merupakan bagian penting dari pelayanan, karena setiap barang yang dibawa jemaah berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka selama berada di Tanah Suci. (HUMAS KEMENHAJ RI/FS)
MADINAH (hajiumrohinfo) - Di balik wajah-wajah lega jemaah haji Indonesia yang tiba di Madinah, ada kerja senyap yang tak selalu terlihat. Bukan hanya penyambutan di terminal, tetapi juga pengawasan ketat terhadap barang bawaan jemaah yang menjadi bagian penting dari kenyamanan mereka setibanya di Tanah Suci.
Di Drop Baggage Zone Bandara AMAA Madinah, Jumat (24/04/2026), para petugas haji bandara menjalankan tugas monitoring bagasi dengan penuh ketelitian. Pada setiap tiga shift penugasan, masing-masing ditempatkan lima orang petugas yang bertugas sebagai checker bagasi. Mereka memantau berbagai barang bawaan jemaah, mulai dari koper besar atau bagasi tercatat, koper kabin, kursi roda, hingga tongkat yang digunakan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, mengatakan bahwa pengawasan barang bawaan jemaah merupakan bagian penting dari pelayanan, karena setiap barang yang dibawa jemaah berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka selama berada di Tanah Suci.
“Setiap barang bawaan jemaah harus dimonitor secara cermat, mulai dari koper besar, koper kabin, kursi roda, sampai tongkat. Barang-barang itu merupakan kebutuhan jemaah yang akan mereka gunakan selama di Tanah Suci,” ujar Abdul Basir.
Menurutnya, tugas checker bagasi bukan pekerjaan ringan. Mereka harus bekerja dengan ketelitian tinggi dalam situasi lapangan yang menuntut ketahanan fisik dan konsentrasi penuh, karena area penugasan berada di luar ruangan.
Pada siang hari, para petugas menghadapi panas terik yang menyengat. Sementara pada malam hari, mereka harus bertahan dalam udara dingin yang menusuk tulang, disertai angin kencang dan kondisi yang kerap berdebu. Meski demikian, pengawasan bagasi harus tetap berjalan tanpa lengah demi memastikan seluruh barang bawaan jemaah terpantau dengan baik.
“Kalau ada selisih jumlah atau ada bagasi jemaah yang tidak sampai, itu harus segera kami laporkan kepada pihak maskapai. Karena itu, pengawasan pada area bagasi harus dilakukan dengan sangat teliti dan tidak boleh lengah,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, pengawasan bagasi tidak hanya dilakukan oleh petugas haji Indonesia, tetapi juga oleh pihak maskapai. Karena itu, koordinasi antarpihak menjadi kunci agar seluruh proses distribusi bagasi berjalan lancar hingga sampai ke hotel jemaah masing-masing.
“Bukan hanya petugas kita yang mengawasi, pihak maskapai juga ikut memantau bagasi jemaah. Maka koordinasi satu sama lain harus terus dijaga supaya seluruh bagasi jemaah bisa sampai dengan baik ke hotel masing-masing,” katanya.
Di tengah padatnya aktivitas operasional bandara, tugas monitoring bagasi memang sering tidak terlihat oleh publik. Namun, justru dari proses inilah kenyamanan jemaah ikut dijaga sejak awal kedatangan mereka di Arab Saudi.
Abdul Basir menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah tidak berhenti pada proses turun dari pesawat atau penyambutan di terminal, tetapi juga mencakup kepastian bahwa barang bawaan mereka aman, lengkap, dan terpantau dengan baik.
“Yang kami jaga bukan hanya jumlah bagasi, tetapi juga ketepatan dan kelancaran prosesnya. Harapannya, saat jemaah tiba di hotel, barang-barang mereka juga sudah termonitor dengan baik sehingga jemaah merasa tenang dan nyaman,” tandasnya.
Di balik hiruk-pikuk operasional bandara, ada dedikasi para petugas yang bekerja dengan sigap, sabar, dan cermat. Dalam panas yang membakar, dingin yang menggigit, angin kencang, dan debu yang terus berterbangan, mereka tetap berdiri di garis layanan untuk memastikan jemaah dapat memulai ibadah dengan rasa aman dan nyaman. (HFS/WIN)











