Internasional
Soal Digitalisasi Haji, BPKH Kerjasama Perusahaan Teknologi Singapura
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Superdome, Jeddah dalam ajang Hajj Expo 2025, disaksikan oleh Direktur Utama Buzz ARVR Beh Ee Ling, Dewan Pengawas BPKH Heru Muara Sidik, serta Anggota Badan Pelaksana BPKH Indra Gunawan dan Harry Alexander. (Dok BPKH RI)
JEDDAH (hajiumrohinfo) - Untuk memperkuat transformasi digital ekosistem haji Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Buzz ARVR, perusahaan teknologi asal Singapura yang berfokus pada solusi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI).
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Superdome, Jeddah dalam ajang Hajj Expo 2025, disaksikan oleh Direktur Utama Buzz ARVR Beh Ee Ling, Dewan Pengawas BPKH Heru Muara Sidik, serta Anggota Badan Pelaksana BPKH Indra Gunawan dan Harry Alexander.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis BPKH dalam menghadirkan layanan digital inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan jamaah di era teknologi. Melalui kerja sama tersebut, jamaah haji dan umrah nantinya akan mendapatkan asisten virtual berbasis ARVR dan AI yang membantu mereka menavigasi lokasi, memahami ritual ibadah, hingga mengakses berbagai informasi penting selama berada di Tanah Suci.
“BPKH berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi Jemaah Haji dan Umrah. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman beribadah yang lebih tenang dan terarah melalui teknologi digital yang aman dan bermanfaat,” ujar Harry Alexander dalam keterangan persnya beberapa hari lalu.
Senada dengan itu, Heru Muara Sidik menegaskan, pemanfaatan teknologi harus berorientasi pada efisiensi dan kebermanfaatan.“Dengan teknologi yang tepat guna, layanan keuangan dan peribadahan haji dapat menjadi lebih efisien, optimal, dan ramah bagi seluruh jamaah,”ujar dia.
Sementara itu, Beh Ee Ling menyambut antusias kerja sama ini. Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah untuk menghadirkan teknologi imersif yang memiliki nilai sosial dan spiritual tinggi.
“Kami sangat antusias dapat berkolaborasi dengan BPKH. Teknologi ARVR dan AI kami akan berperan layaknya asisten virtual yang menemani Jemaah selama ibadah, membantu mereka memahami setiap tahap perjalanan spiritual secara interaktif dan bermakna,”kata dia.
Kerja sama ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bagian dari upaya BPKH untuk mempercepat transformasi digital tata kelola dana dan layanan haji. Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, BPKH berharap dapat menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, aman, dan informatif bagi seluruh jamaah.
Selain itu, kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan syariah global, dengan menampilkan wajah baru pelayanan haji yang modern, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem haji digital yang berkelanjutan, sekaligus wujud nyata komitmen BPKH untuk menjadi pengelola dana haji yang terpercaya, modern, dan berdaya saing global. (FSY/REP)







