Pekanbaru

Ribuan Jemaah Hadiri Manasik Haji Akbar Pekanbaru 2026

Pendidikan Sabtu, 04 April 2026 - 14:17 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Ribuan Jemaah Hadiri Manasik Haji Akbar Pekanbaru 2026

Manasik haji yang dikuti ribuan jemaah asal Pekanbaru ini hanyalah gambaran awal dari kondisi yang akan dihadapi jamaah di Tanah Suci. Situasi sebenarnya, lanjutnya, jauh lebih kompleks dan menuntut ketahanan fisik serta kesabaran yang tinggi. (Dok Kemenhaj PKU)

PEKANBARU (hajiumrohinfo) – Dalam upaya memberikan pelayanan dan pengetahuan kepada jemaah. Pelaksanaan manasik haji Akbar 2026 menjadi momentum penting bagi calon jamaah untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ibadah, tetapi juga kondisi fisik dan mental. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Pekanbaru, Hj Hariyati, SEAk, ME.Sy.

Menurutnya, keberhasilan dalam menunaikan ibadah haji tidak semata ditentukan oleh pelaksanaan ritual keagamaan. Penyelenggara, kata dia, berperan memastikan kelancaran teknis, namun kesuksesan sejati sangat bergantung pada kesiapan individu jamaah.

"Kesuksesan haji bukan hanya soal ibadahnya saja. Kita memang memastikan penyelenggaraannya berjalan baik, tetapi hal itu harus didukung dengan persiapan fisik yang prima dan kesehatan yang terjaga," ujar Hariyati, Sabtu (04/04/26).

Ia menambahkan, manasik haji yang dikuti ribuan jemaah asal Pekanbaru ini hanyalah gambaran awal dari kondisi yang akan dihadapi jamaah di Tanah Suci. Situasi sebenarnya, lanjutnya, jauh lebih kompleks dan menuntut ketahanan fisik serta kesabaran yang tinggi.

"Manasik ini baru simulasi. Apa yang akan dihadapi di tanah suci nantinya jauh lebih berat. Karena itu, sikap sabar harus dilatih sejak sekarang. Akan banyak ujian dalam proses penyelenggaraan haji nantinya," jelas Hariyati.

Dalam kesempatan tersebut, Hariyati juga menekankan pentingnya membangun sistem komunikasi dan informasi yang efektif bagi para jamaah. Ia menyebut peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan manajemen kelompok terbang (kloter) sangat vital dalam memastikan keseragaman informasi.

Menurutnya, koordinasi yang baik melalui grup komunikasi hingga ke tingkat jamaah dapat mencegah terjadinya perbedaan informasi yang berpotensi mengganggu kondisi mental maupun fisik jamaah, sebagaimana pernah terjadi pada penyelenggaraan sebelumnya.

"Kita berharap sistem komunikasi ini berjalan optimal, sehingga tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi yang bisa berdampak pada jamaah," katanya.

Hariyati menyampaikan harapan agar seluruh jamaah haji 2026 dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

"Kita semua berdoa semoga seluruh jamaah kembali dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur," urainya lagi. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya