- Home
- Info Publik
- Sebarkan Informasi Haji dan Umrah, Kemenhaj Ajak ASN Aktif di Media Sosial
Jakarta
Sebarkan Informasi Haji dan Umrah, Kemenhaj Ajak ASN Aktif di Media Sosial
?Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Enny Indarti, mengajak para pegawai untuk berperan aktif dalam mendukung penyebarluasan konten Kemenhaj melalui berbagai platform media sosial. (HUMAS KEMENHAJ RI/FS)
JAKARTA (hajiumrohinfo) - Penyebaran informasi haji dan umrah yang luas, akurat, dan mudah dipahami masyarakat membutuhkan keterlibatan seluruh aparatur Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), termasuk pegawai mutasi yang baru bergabung ke Kemenhaj.
Media sosial menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat edukasi publik sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan komunikasi kementerian.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Enny Indarti, mengajak para pegawai untuk berperan aktif dalam mendukung penyebarluasan konten Kemenhaj melalui berbagai platform media sosial.
“Media sosial harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menyebarkan informasi dan konten positif mengenai haji dan umrah. Seluruh pegawai dapat ikut membantu memperluas jangkauan publikasi agar pengelolaan media sosial kementerian semakin baik dan mendapatkan penilaian positif dari masyarakat,” ujar Enny saat memberikan materi pada kegiatan Entry Program Batch II bagi pegawai mutasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ke Kemenhaj di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, partisipasi pegawai dalam menyebarkan informasi merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan komunikasi publik. Semakin luas informasi resmi yang diterima masyarakat, semakin besar pula kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kebijakan, program, dan layanan haji serta umrah.
Enny menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari arah kebijakan Kemenhaj dalam membangun tata kelola pelayanan yang modern, transparan, dan akuntabel.
Hal ini sejalan dengan penguatan kelembagaan Kemenhaj yang menempatkan transformasi digital dan integrasi sistem layanan berbasis teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kepercayaan publik.
“Jangan sampai informasi yang sebenarnya bermanfaat bagi jemaah hanya berhenti di lingkungan internal. Kita perlu bersama-sama membantu menyebarluaskannya agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dari sumber resmi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Enny turut memaparkan pentingnya pemanfaatan media digital untuk mendukung pemerataan bimbingan manasik haji. Penggunaan aplikasi, video pembelajaran, serta modul elektronik menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kesenjangan akses materi pembinaan bagi calon jemaah.
Upaya tersebut sejalan dengan sasaran strategis Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam meningkatkan kualitas pembinaan jemaah, kompetensi petugas, serta mutu pelayanan haji dan umrah.
Melalui Entry Program Batch II, Enny berharap para pegawai yang baru bergabung dapat memahami bahwa tanggung jawab pelayanan publik tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga melalui kontribusi aktif dalam mendukung penyampaian informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keterlibatan seluruh aparatur dalam memperkuat komunikasi digital diharapkan mampu meningkatkan efektivitas publikasi kementerian, memperluas jangkauan edukasi haji dan umrah, serta membangun kepercayaan masyarakat. (HFS/AHP)







