- Home
- Pendidikan
- Perkuat Profesionalisme, Kemenhaj Riau Kirim Utusan Ikuti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah
Tangerang, Banten
Perkuat Profesionalisme, Kemenhaj Riau Kirim Utusan Ikuti Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah
Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan II Reguler hasil kerja sama Kementerian Haji dan Umrah RI dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (HUMAS KEMENHAJ RIAU/FS)
TANGERANG (hajiumrohinfo) – Berbagai upaya terus dijalankan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat profesionalisme aparatur dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melalui peningkatan kompetensi pembimbing ibadah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan II Reguler hasil kerja sama Kementerian Haji dan Umrah RI dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Tangerang pada 17–22 Oktober 2026 ini resmi dibuka pada Senin (19/10/2026) lalu. Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf.
Dalam kegiatan ini, Zelvi Fernando berkesempatan menjadi peserta yang menerima penyematan tanda peserta secara simbolis, sebagai penanda dimulainya rangkaian sertifikasi.
Sertifikasi ini diikuti oleh 94 peserta yang seluruhnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, baik tingkat pusat maupun daerah, asrama haji, serta Person in Charge (PIC) pelaksana sertifikasi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, dalam arahannya menegaskan bahwa pembimbing ibadah haji memiliki peran strategis dalam memastikan jemaah memperoleh pendampingan yang profesional, aman, dan sesuai tuntunan syariat. Menurutnya, pembimbing tidak hanya dituntut menguasai ilmu fikih dan manasik haji, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika penyelenggaraan haji modern.
“Sertifikasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif, melainkan instrumen penting untuk mencetak pembimbing ibadah yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan yang inklusif, mandiri, serta berorientasi pada kebutuhan Jemaah,” ujar Gus Irfan.
Lebih lanjut Menhaj mengatakan di tengah penerapan konsep Smart Hajj, pembimbing ibadah juga dituntut memiliki kecakapan digital, memahami penggunaan berbagai platform layanan haji, serta mampu mengantisipasi tantangan operasional di lapangan, khususnya selama pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kegiatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 03 Tahun 2025 untuk memastikan pelaksanaan bimbingan ibadah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
“Materi sertifikasi disusun secara komprehensif dengan melibatkan para pakar dan narasumber tingkat nasional. Kurikulum mencakup kebijakan penyelenggaraan haji, manasik, mitigasi kesehatan, psikologi komunikasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam proses bimbingan Jemaah,” sebut Puji Raharjo.
Puji Raharjo juga mengatakan, melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pembimbing ibadah haji dan umrah. Kompetensi tersebut menjadi modal penting untuk memberikan pendampingan yang tepat, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jemaah di Tanah Suci.
Keikutsertaan Zelvi Fernando dalam sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur di bidang penyelenggaraan haji dan umrah. Dengan bekal kompetensi yang diperoleh, diharapkan para peserta dapat berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan ibadah haji dan umrah yang semakin berkualitas, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan jemaah di era digital. (HFS/SP)








