Arab Saudi

Tewaskan 14 Orang, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh Kini Waspada Penuh

Internasional Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:57 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Tewaskan 14 Orang, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh Kini Waspada Penuh

Rentetan serangan selama akhir pekan dilaporkan menewaskan 14 orang dan melukai ratusan lainnya. (FOTO ISTIMEWA/INT)

SAUDI ARABIA (hajiumrohinfo) – Kewaspadaan di Arab Saudi kini diperkuat. Ancaman serangan pesawat nirawak atau drone dan rudal masih membayangi Arab Saudi. Kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap kerajaan tersebut, termasuk menyasar infrastruktur sipil dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Rentetan serangan selama akhir pekan dilaporkan menewaskan 14 orang dan melukai ratusan lainnya.

Mengutip CNBC, Senin (12/10/2026), situasi keamanan yang memburuk mendorong sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya. Australia dan Selandia Baru juga mengimbau warga mereka untuk tidak bepergian ke Bandara Internasional King Khalid maupun sejumlah tujuan lain di Arab Saudi.

Peringatan serupa juga dikeluarkan Inggris, Amerika Serikat (AS), Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, dan negara-negara lainnya.

Otoritas penerbangan Arab Saudi turut memperpanjang penangguhan operasional bandara setelah sejumlah proyektil menghantam kawasan tersebut selama sepekan terakhir.

Serangan paling mematikan terjadi pada Sabtu (10/10/2026), ketika 12 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka, menurut keterangan pejabat. Serangan lain pada Minggu menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin orang.

Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pertahanan Arab Saudi dalam menghadapi serangan, meskipun negara itu memiliki anggaran militer yang besar.

Gangguan keamanan juga merembet ke sektor penerbangan. Data Flightradar24 menunjukkan maskapai membatalkan ratusan penerbangan yang dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang. Sekitar 100 penerbangan lainnya dialihkan ke bandara berbeda.

Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) memperingatkan maskapai penerbangan Amerika mengenai potensi risiko keselamatan saat melintas di wilayah udara Arab Saudi dan sekitarnya.

Delta Air Lines, yang dijadwalkan membuka penerbangan langsung dari Atlanta ke Riyadh pada 23 Oktober 2026, belum memutuskan apakah akan menunda rute tersebut. Juru bicara maskapai mengatakan keputusan terkait jadwal penerbangan baru itu masih belum ditetapkan.

Eskalasi serangan terjadi ketika Arab Saudi menjadi tuan rumah sejumlah agenda internasional, termasuk Kongres Perminyakan Dunia, pertemuan tingkat menteri Forum Energi Internasional, dan Inisiatif Investasi Masa Depan.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan Washington mungkin akan bergabung dengan Arab Saudi untuk melakukan pembalasan terhadap kelompok Houthi.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menyatakan masih membuka peluang dialog. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dirinya telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Dalam pembicaraan itu, Teheran menyatakan kesediaan mengambil langkah untuk memulai dialog antara Arab Saudi dan Yaman, tempat kelompok Houthi bermarkas.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan pemerintahnya masih meninjau tanggapan AS terhadap proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Reuters melaporkan, jawaban Teheran akan disampaikan melalui pihak perantara.

Rentetan serangan tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan Arab Saudi. Selain mengancam keselamatan warga, situasi ini juga mengganggu perjalanan udara internasional dan berlangsung di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Houthi Ingatkan Saudi Usai Bombardir Bandara Riyadh

Satu orang dilaporkan tewas dan sepuluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terbaru Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh pada Ahad (11/10/2026) lalu.

Serangan itu sehari setelah serangan sebelumnya menewaskan belasan orang sehingga total korban tewas menjadi 13 orang, menurut keterangan otoritas Saudi dilaporkan Jerusalem Post, Senin (12/10/2026).

Lewat pernyataan yang disiarkan televisi pada Ahad, juru bicara Houthi, Yahya Saree mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas serangan ke Riyadh sambil menambahkan bahwa serangan juga dilancarkan terhadap bandara di Dammam dan dua fasilitas kilang minyak Saudi Aramco. Pada Ahad pagi, Houthi memperbarui peringatan terhadap bandara-bandara di Saudi.

"Kami mengingatkan semua orang untuk menerima peringatan kami seraca serius, dan Arab Saudi bertanggung jawab atas kegagalan intersepsi," demikian peringatan Houthi dikutip Reuters.

Arab Saudi belakangan terlibat secara militer di Yaman lewat serangkaian serangan terhadap Houthi dan membantu militer pemerintah setelah Houthi berhasil merebut wilayah strategis di kawasan semenanjung Laut Merah. Pada Ahad, Houthi menyebutkan bahwa Arab Saudi melancarkan 124 serangan udara ke Yaman.

"Kecuali musuh Saudi menghentikan agresi dan interfensinya di Yaman, yang terburuk belumlah datang, Insya Allah," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Houthi disiarkan stasiun televisi Al Masirah.

Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Khamis Mushait, wilayah barat daya Arab Saudi. Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, mengumumkan pencegatan rudal tersebut melalui platform X pada Senin.

Sebelumnya, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan di Abha, sebuah kota dekat lokasi sasaran, dan kemudian mengumumkan bahwa ancaman tersebut telah berlalu. Aksi pencegatan tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan baru oleh kelompok Houthi ke Arab Saudi, termasuk serangan ke bandara.

Pada Ahad (11/10/2026), serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menyebabkan seorang warga Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi. Serangan tersebut terjadi sehari setelah serangan lain di bandara serupa, yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Koalisi pimpinan Arab Saudi itu menyalahkan kelompok Houthi atas serangan sebelumnya dan berjanji akan memberikan respons tegas. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya